Saya berkali-kali menyebut, bahwa saya perempuan yang aneh. Saya lebih suka asinnya keju daripada manisnya coklat. Saya menggilai warna pink sampai semua barang-barang yang saya miliki berwarna senada. Saya bisa stress seharian melihat dark circle hasil begadang semalaman. Saya tidak suka ikan. Saya nyaman berjalan sendirian. Saya suka gelendotan. Saya menikmati sekali salah satu kegiatan dalam hidup yaitu mandi. Saya yang suka sekali qball Chatime dan jatuh cinta pada matcha latte. Dan candy crush saya yang stuck di level 60.
Saya suka dipeluk. Nanti, kalau sekiranya mood saya sedang tidak berada dalam posisi tidak baik, kamu tidak usah menghibur saya terlalu keras, cukup peluk saya, saya akan luluh. Saya suka memakai lipstick merah, apalagi di saat mood sedang tidak karuan. Saya itu aneh. Saya bisa saja tiba-tiba ingin memakai lipstick ungu saat sedang mengetik tugas kuliah, di dalam kamar. Saya itu aneh.
Bukan kamu yang memperhatikan saya selama 24 jam dengan perhatian ala-ala anak SMA sedang kasmaran yang saya mau, bukan. Kamu tidak perlu berada di sisi saya setiap waktu, cukup luangkan waktumu sesekali, menengok keadaan cintamu yang sedang baik-baik saja dengan sewajarnya. Bukan lagi rayuan-rayuan gombal yang telinga saya ingin dengar, namun tegas penuh kepastian yang saya butuhkan agar batin saya percaya, kamulah orangnya. Walau nurani saya sebagai perempuan, tidak menampik adanya kebutuhan akan rayuan gombal tersebut, cukup sematkan sesekali, seperlunya, sewajarnya, perlakukanlah saya sebagai perempuan yang sepenuhnya duniamu. Saya itu aneh, mungkin kamu sudah harus menabung sabar mulai sekarang, jikalau keanehan-keanehan saya datang sewaktu-waktu, merengek untuk ditenangkan layaknya balita yang sedang haus.
Saya sok tau, menurut saya, cinta adalah tentang penerimaan-penerimaan, pemakluman-pemakluman, dan tak bosan pulang ke rumah yang sama, betapapun sederhananya rumah tersebut, betapapun banyaknya rumah di luaran yang lebih indah, tentang kenyamanan-kenyamanan yang tercipta dari rasa aman, tentang kebutuhan, bahwa senyebelin apapun ia, keadaan akan jauh lebih buruk jika ia tidak ada.
Jangan lelah ya kamu, betapa pun anehnya saya, betapapun sulitnya saya, saya ingin kamu tetap berjuang, saya ingin kamu yang saya jadikan rumah, saya ingin lenganmu yang saya jadikan bantal tidur saya, saya ingin bahumu yang menjadi tempat bermain anak-anak saya. Ii thank you, untuk sudah mau mencintai saya, perempuan aneh yang suka pelukan.
10 Mei 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar